IPM PONOROGO SIAP MANTAPKAN IDEOLOGI KADER

TM II
Setelah berhari-hari mengutak-atik angka Sang nahkoda Wahyu Adi Nugroho (Ketua IPM Ponorogo) mengetuk palu dalam ruangan bercahaya temaram. Tak ada tersangka, terdakwa, ataupun terpidana. Karena ini bukan Mahkamah tinggi yang mengurusi perkara hukum dalam negeri. Bahkan lebih rumit, ini tonggak awal terciptanya ideologi yang digadang-gadang menjadi solusi akan problematika yang terjadi.
   Beralaskan karpet persegi beberapa pelajar sibuk memelah-melah kertas dan menyampaikan aspirasi. Formasi melingkar diharapkan dapat memberi aksen formal dan fokus. Selang beberapa saat, sebagian dari mereka ada yang beranjak berdiri. Mengambil, menatap, dan mengetik hasil diskusi.
   Begitulah suasana Markas Besar IPM Ponorogo, yang dikelola oleh pelajar kreatif Ponorogo, Jawa Timur (18/04/2017). Malam itu, Wahyu dan belasan pelajar lain sedang menggarap project proposal beserta penetapan tanggal Taruna Melati 2 IPM Ponorogo, yang akan dilaksanakan Mei 2017.
   “Sekarang fokus kita adalah fiksasi hari pelaksanaan disusul dengan abstraksi konsep. Kelihatannya tidak cukup jika dibahas malam ini dan rapat selanjutnya sudah pasti diagendakan lagi,” ucap Wahyu sembari tersenyum mantab.
   Pulang larut malam hingga pukul 22.00 bukan hal baru bagi Wahyu dan rekan-rekannya. Bukannya mengeluh, dia justru menikmatinya, Wahyu yakin ini adalah proses yang akan berbuah manis nantinya. Taruna Melati 2 adalah agenda tahunan yang wajib dilaksanakan. Sebagai estafet perjuangan sekaligus filtrasi kader yang cerdas, kreatif, serta berideologi.
Muara Tujuan
   Pada masa mendatang keberadaan pelajar yang cerdas, kreatif, serta berideologi menjadi topik pembicaraan hangat dari waktu ke waktu dan tak akan mati. Karena ini syarat mutlak yang harus dipenuhi. Keberadaan IPM Ponorogo sebagai motor sekaligus penyuplai pelajar dengan karakteristik tersebut tidak dipungkiri. Keberhasilan Taruna Melati 2 yang merupakan agenda tahunan sudah menjadi bukti yang akan terimplementasi 5 sampai 10 tahun lagi.
   Bertemakan “Penguatan Ikatan dan Gerakan Komunitas Kreatif untuk Pemantapan Ideologi Kader, diharapkan mampu mengentaskan problematika ikatan khususnya, dan pelajar ponorogo umumnya. Sebagai motor sekaligus subjek estafet perjuangan dalam mewujudkan komunitas pelajar cerdas, kreatif sesuai dengan ideologi yang telah ditetapkan,” ucap ketua IPM Ponorogo tersebut.
Acuan Tanggal
   Bagian ini mungkin menjadi pertanyaan andalan. _Important date_, sebuah angka krusial yang menjadi acuan. Ketua divisi Panitia Taruna Melati 2 Nanda Oktaviana memaparkan empat plot penting berkaitan dengan pelaksanaan Taruna Melati 2 PD IPM Ponorogo.
   Qualifying test 1 akan dilaksanakan pada 30 April 2017 pukul 08.00-12.00 WIB di SMA Muhammadihayah 1 Ponorogo, sementara qualifying test 2 akan dilaksanakan tanggal 1 Mei 2017 di Gedung Sulaiman Dahlan Plalangan  dengan waktu yang sama. Announcement of the qualifying test akan diumumkan pada tanggal 6 Mei 2017 serta day of event dilaksanakan tanggal 10-12 Mei 2017 di Sekolah Alam Bumi Langit Mulia.
   The Real Action, harapan yang tersapu lebur, menjadi titik-titik semangat nyata hadirnya gelora gerakan dan pundi-pundi kader yang semakin merekah. Semesta merangkul, mengharap kader yang bukan saja pandai berorasi, pandai berdebat, namun akan hadir embrio-embrio yang beralmamater hebat, santun, _religius_ yang berkompeten dibidangnya. Selamat berjuang, selamat berIPM, selamat berikhtiar, selamat beraksi diarena Taruna Melati 2 menjadi kader-kader harapan yang selalu siap mengupgrade diri menjadi pribadi kader yang lebih baik dan menawan dalam kepribadian. I.Fastin.C With Afi T.A
Salam, IPM Jaya
Nuun wal qolami wa maa yasturuun

Berkaca Pada Peristiwa (Banaran Yang Haru)

IMG-20170413-WA0004Aku hanyalah kunang-kunang dan engkau hanyalah senja. Saat gelap kita berbagi. Saat gelap kita abadi.” (Moammar Emka)
Siapa yang menyangka gemuruh dan kerasnya suara retakan-retakan tanah yang menggulung kemudian menjadi longsoran tanah bisa sangat membekas dalam ingatan dan jiwa para penduduk desa Banaran Pulung Ponorogo. Bahkan rasa was-was dan khawatir ini masih berkelanjutan.
Siapa yang mengira atas kejadian ini anak-anak akan dihantui oleh perasaan mereka sendiri, merasa ketakutan ketika berjauhan dengan ibunya, sangat merasa khawatir jika ditinggal orang-orang terdekatnya.
Bagaimana hancurnya perasaan karena hilangnya beberapa keluarga, karena terhempas dan tertimbunnya para tetangga kedalam tanah yang buas. Kali ini air mata tak pernah mampu membohongi. Akan sehebat apa menahan, kukuhnya hati akan tetap roboh juga. Buliran air mata akan menetes lembut berjatuhan.
Memori yang sempat terekam akan begitu mudah terputar kembali (reflek) tanpa berusaha untuk memutar dan menekan tombol “On”nya.
Segala apa yang telah terjadi disana ada yang tidak bisa kita nalar dengan permainan logika, namun ada serpihan-serpihan pemikiran irasional yang sulit untuk digali kecuali kita serahkan semuanya pada Kuasa Alloh dan takdirNya. Alloh punya rencana besar atas musibah dan kejadian ini yang mungkin tidak diketahui oleh hamba-hambaNya.
Innalillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun… (Sesungguhnya semua milik Alloh dan kepadaNyalah kita kembali).
Dengan membawa niat baik dan visi yang sama SinergIPM Ponorogo bekerjasama dengan bisabagi.id yang mayoritas relawannya memiliki basic keilmuan atau merupakan mahasiswa  Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 2013 melakukan trauma healing yang mengacu pada beberapa intervensi yang bersifat mengobati psikis. Bagi anak-anak dan bagi para orang tua terutama bagi ibu-ibu disana yang berlangsung pada tanggal 12-14 April 2017, serta setelahnya akan terus dilanjutkan dalam jangka panjang.
Perasaan apa yang dirasakan para relawan ini selama disana adalah rasa betah. Betah ketika berjuang bersama-sama, betah bila bisa membuat anak-anak tertawa lepas. Merekapun merasakan betapa nestapa yang terasa atas peristiwa yang merenggut 28 korban jiwa dan beberapa orang yang berduka karena kehilangan keluarganya. Namun, anak-anak mampu menghiasi Banaran dengan gelak tawanya. Anak-anak tersenyum manis, tertawa bahagia meskipun dekapan kedukaan sempat menyelimuti mereka.
Volunteer mekakukan beberapa langkah, assessment dan beberapa tindakan yang membuat anak-anak ceria, bahagia dan bisa mengesampingkan dukanya.
Para relawan ini berangkat dengan ketulusan yang luar biasa, semua tercipta karena keadaan yang mengharuskan untuk saling membermaknai serta mengikat kebersamaan.

DSC_0031.JPG

Saling merangkul satu dengan yang lain. Semoga lelah semuanya penuh keberkahan. Aamiin. Semua skenario telah diaturNya, sampai di lokasi hadirlah dua anak manusia yang berasal dari Lumajang dan Malang. Semakin kuatlah sinergi tambahan yang terjalin.
Namun, kebersamaan para relawan ini terpisah ditanggal 14 April 2017 karena kesibukkan masing-masing yang harus ditunaikan dan kembali pada habitat Kota masing-masing. Kini kedekatan para relawan menghadirkan perasaan rindu yang tersemai, dan doalah yang menjadi pengikatnya. PD IPM Ponorogo tidak lupa menyampaikan rasa terimakasih yang luar biasa, syukron jiddan syukron jaziilan atas atensi kerjasama yang baik. Semoga tetap bersinergi, berhaluan yang searah karena kini para relawan ini memiliki tiket yang InsyaaAlloh berbuah surga. Aamiin.
Mengenang yang telah terlewat dengan baik dan bijaksana dan merengkuh indah ibrahNya.
“Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa. Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita, coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang.” (Cuplikkan bait-bait lirik lagu Ebiet G.Ade)

(Afi T. Aprilia)

Berikut cuplikan vidio dokumentasinya..

 

Negeri di Atas Awan

Kabut tipis selalu menyelimuti dari pagi buta hingga siang menjelang bahkan tak kalah eloknya ketika matahari beranjak pulang, ini kawan “Negeri di atas Awan”. Izinkan aku bercerita sekaligus bertanya yang terbingkan dalam Mozaik Duka, coba renungkan!

Bagaimana rasanya 6 bersauIMG-20170403-WA0022dara menunggu Ayah Bundanya yang tak kunjung pulang? Jahe tengah dipanen, harapan agar tidak gagal panen karena takut tertimbun longsor pupus sudah, menyisakan penantian panjang tentang harapan pertemuan. Bagaimana rasanya saat kedua orang tua meninggal bukan karena memanen jahenya sendiri tapi membantu memanen jahe kerabatnya? Bagaimana rasanya seorang selamat karena disuruh ganti baju dan mengambil karung saat memanen jahe? Bagaimana rasanya seorang perangkat desa yang bermaksud melarang para petani dan menghimbau meninggalkan kebun jahe, sekaligus memfoto lokasi untuk bahan laporan justru ikut tertimbun dan belum ditemukan?

Bagamana rasanya seorang Ayah dan anak yang sudah siap menyelamatkan diri dengan sepeda motor, tapi motornya tidak bisa dinyalakan dan akhirnya Ayah berserta anak dalam posisi boncengan ini juga tertimbun? Bagaimana rasanya istri melihat dengan mata kepala sendiri suaminya dilahap tanah gembur tanpa komponen air? Bagaimana rasanya saat Bunda dan anak usia 5 tahun tertimbun di rumah saat memasakan suaminya? Bagaimana rasanya para pemain dadu dan remi semalem suntuk sampai pagi keasyiakan bermain juga tertimbun disana? Bagaimana rasanya malam hari para warga syukuran mobil baru paginya mobil tertimbun juga? Bagaimana rasanya seorang anak yang akhir tahun merencanakan pernikahan kedua orang tuanya sudah meninggal? Bagaimana rasanya seorang anak yang beberapa hari kedepan berlangsung pertemuan wali murid sementara orang tuanya juga meregang nyawa? Bagaimana rasanya anak kecil tengah sekolah di panti asuhan ketika pulang Ayahnya dikabarkan ikut tertelan bencana? Dia menangis terus menangis…

Hanya dalam waktu 3 detik saja longsor menyisakan duka mendalam, sungguh pola longsor yang tidak bisa dinalar dengan akal manusia. Kepedulian anda sangat berarti. Salurkan bantuan anda melalui website bisabagi.id / 2164 01 001650 533 BRI an. Rais Fadhila

-Sepatah perjuangan; Ikatan Pelajar Muhammadiyah Ponorogo, bekerja sama dengan bisaberbagi.id, PIK-R Taruna Harapan, HMJ Psikologi UMM-

Sepenggal Kisah tentang Musywil XX IPM Jatim di Ponorogo

Acara Musywil ke XX IPM Jawa Timur yang berlangsung sangat singkat memberikan arti berharga bagi para panitia lokal khususnya, yaitu para kader IPM dari Ponorogo sendiri. Pasalnya, dengan persiapan yang dibilang singkat ini namun penuh dengan perjuangan yang luar biasa. Para panitia lokal berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik ditengah beragamnya dinamika dan problem, agar acara yang diselenggarakan di bumi reog bisa berjalan dengan lancar dan sebaik mungkin. Namun, segala kesempurnaan hanyalah milik Alloh SWT. Manusia hanya bisa berusaha dan berupaya. Panitia dari Ponorogo hanya berharap, semoga yang baik bisa menjadi acuan dan yang kurang baik bisa menjadi pembelajaran.

Wahyu Adi Nugroho selaku ketua Umum PD IPM Ponorogo selalu mengingatkan kepada para anggotanya, agar persiapan Musywil ini para panitia lokal berusaha semaksimal mungkin untuk bekerja 25 jam dalam satu hari, dan 8 hari dalam satu minggu. Benar- benar marathon, kurang dalam satu bulan para panitia lokal ikhtiar mensukseskan Musywil. Suka maupun duka berlabuh menjadi satu. Wajar apabila setelah Musywil group “wa” para panitia lokal masih riuh dan mengenang bagaimana kegiatan dan perjuangan hari- hari sebelum Musywil berlangsung. Hujan maupun panas bagi mereka adalah sama, malam ataupun siang bagi mereka pun tidaklah berbeda. Mereka masih juga berjuang, mempersiapkan segalanya.

Dinamisasi sangat hebat, perjuangan teman- teman panitia sangatlah luar biasa. Tekanan- tekanan yang datang kepada panitia Ponorogo terus menghujam dan menghantam. Mengenai proposal, panitia lokal merima sekitar pertengahan Desember, panitia lokal masih perlu mengedit kembali. Sehingga harus benar- benar gerak cepat. SWP yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal yang telah panitia lokal sepakati bersama PW sebelumnya, membuat pelajar IPM se-Jawa Timur membuka mata dan mulai mengkritisi untuk apa SWP sekian itu digunakan oleh panitia lokal, akan dikemanakan SWP sekian itu, akan dimanfaatkan untuk apa oleh panitia lokal SWP sekian itu. Proposal bisa diterima secara fix adalah dibulan Januari.

Jika dihitung secara total panitia lokal bergerak di persiapan musywil itu hanya sekitar setengah bulan mempersiapkan dan mensukseskan acara Musywil. Perjalanan para panitia lokalpun tidak mulus, para panlok menemui banyak kendala. Kemudian kawan- kawan IPM se-Jawa Timur ingin mengadakan pertemuan dengan panitia lokal di Rakorwil yang bertempat di Surabaya. Akan tetapi saat itu panitia dari Ponorogo berhalangan untuk hadir.

Ketika teman- teman dari Daerah Ponorogo belum bisa hadir pada Rakorwil diSurabaya teman- teman mengadakan kembali rencana tindak lanjut yaitu pertemuan di Nganjuk pada tanggal 22 Januari 2017. Alhamdulillah, panitia dari Ponorogo bisa menjelaskan untuk apa SWP dan SWO sedemikian itu, dan semua menjadi clear. Tidak sampai disitu kendala dari Musywil. Mengenai data peserta, panitia lokal awalnya menerima data peserta sekitar 500. Namun, pada saat hari H Musywil, panitia lokal menerima data peserta yang hadir sekitar hampir 700, sehingga konsumsi harus berubah mendadak, sampai para panitia lokal baru bisa makan jam 23.00 wib (malam) supaya teman- teman dari daerah lain bisa makan terlebih dahulu.

Pada awalnya banyak sekali yang meragukan PD IPM Ponorogo sebagai tuan rumah Musywil. Hal itu bisa dirasa mungkin karena ada beberapa problem yang mulai muncul. Namun keyakinan teman- teman dari Ponorogo saling menguatkan dan terus saling berdoa  agar Alloh memberi kelancaran dalam segala persiapan. Alhamdulillah, Alloh senantiasa mengiringi. Panitia lokal Ponorogo juga tidak mengenal lelah, ketika panitia Ponorogo ingin bertemu dengan bapak Bupati Ponorogo untuk yang pertama gagal, yang keduapun gagal, dan yang ketiga masih juga gagal, maka panitia lokal tidak menyerah masih datang untuk yang kesekian kali sampai bisa bertemu dengan bapak Bupati. Alhamdulillah, perjuangan menemui bapak Bupati yang keempat kali berhasil, bapak Bupati membantu panitia lokal untuk tempat pendopo serta fasilitas yang perlu digunakan.

Selain itu, masih banyak yang membantu, yaitu dari Dinas Kesehatan, memberikan bantuan tim medis selama tiga hari acara kegiatan Musywil, sehingga bisa menjamin keluhan kesehatan dari peserta Musywil. Juga ada Dinas Pariwisata yang telah memberi bantuan tiket retribusi masuk ke wisata Ngebel itupun sangat luar biasa. Pemerintahan welcome, polres juga welcome memberikan bantuan keamanan, juga bantuan dari seluruh keluarga besar elemen Muhammadiyah di Ponorogo.

Kesuksesan Musywil ini sejatinya tidak terlepas dari semua perjuangan besar tersebut, serta ridho Alloh SWT. Ketua Umum IPM Ponorogo Wahyu Adi Nugroho bersyukur, mengucap hamdallah, ia merasa lega bahwasannya melihat acara Musywil pada hari H panitia lokal bisa memberikan service yang cukup sigap, cukup cepat responnya ketika teman- teman peserta membutuhkan sesuatu panitia lokal bisa berusaha untuk memenuhi. Panitia lokal dari Ponorogo ingin memaksimalkan usahanya untuk memuliakan tamunya dari lain daerah.

Puncaknya ketika pembukaan Musywil ke-XX ada penampilan- penampilan, yang salah satunya adalah tarian 20 dadak merak itu sangat luar biasa, kelas pelajar sudah bisa mengahadirkan 20 dadak merak secara serentak itu sudah sangat baik. Kesenian Reog itu sendiri adalah symbol icon dari Ponorogo dan bahkan cirri khas Ponorogo yang pernah di klaim oleh Negara Malaysia. Belum ada organisasi kepemudaan di Ponorogo khususnya yang bisa mencapai kesuksesan sedemiakian rupa itu. Jayalah selalu IPM.

Ketika mendengarkan lantunan wahyu Ilahi yang disenandungkan oleh Fajar Ayu dari panti asuhan Tunanetra, Wahyu Adi Nugroho Ketua Umum PD IPM Ponorogo sempat menitikan air mata haru, teringat dinamisasi, serta perjuangan yang luar biasa sebelumnya. Bahkan sampai ketika detik- detik menyanyikan lagu mars Muhammadiyah dan mars IPM air mata masih tak kunjung henti, masih terus ingin meniti, kisahnya.

IMG_3047

Respon dari berbagai kalangan, pemerintah, PDM, PDA, para punggawa, petinggi dari Muhammadiyah juga sangat positif memberikan semangat dan selamat atas kesuksesan Musywil yang diikhtiarkan oleh panitia lokal Ponorogo. Beberapa pihak menyampaikan bahwasannya ini merupakan Musywil serasa Muktamar, seperti yang dikatakan oleh ketua PP IPM, kemudian sempat juga ditanya oleh mantan Sekjen PP IPM mas Azaki Khoiruddin, beliau bertanya “Siap to jadi panitia Muktamar?” itu juga menjadi pertanda bahwa pelayanan service panitia lokal juga sangat luar biasa. Harapan PD IPM Ponorogo selanjutnya adalah semoga Musywil IPM yang ke XX ini menjadi acuan, patokan bagi musywil- musywil yang akan datang serta menelurkan berbagai ide dan gagasan yang menginisiasi kemajuan IPM Jawa Timur di periode yang akan datang. Aamiin. IPM Jayaa…..

(Afi Tri. A)

“TRAINING MOTIVASI FROM ZERO TO HERO”

 

instabox_20161286659645Humm….Amazing…  Alhamdulillaah…
Masih ada lagi nih kegiatan yang cukup menggiurkan bagi para pembelajar, yang selalu haus tentang ilmu, selalu butuh dan perlu pencerahan dari peradaban ilmu. Iya kegiatan ini sudah terlaksana pada hari Sabtu, 21 Sya’ban 1437 H bertepatan pada tanggal 28 Mei 2016 M yang lalu. Tempat acaranya berlangsung di Gedung Cadika Alias Gedung Pramuka Ponorogo. PD IPM Ponorogo yang dalam kepanitiaan diketuai oleh A. Mufattachi bekerjasama dengan UKMI Al-Manar Universitas Muhammadiyah Ponorogo untuk mengadakan Spiritual Power Training “FR0M ZERO TO HERO” Mendahsyatkan Pribadi biasa menjadi luar biasa, bersama Ustadz Solikhin Abu lzzudin yaitu seorang penulis buku Best Seller “From Zero to Hero” dan banyak Buku Best Seller lainnya yang diterbitkan oleh Pro-U Media. MasyaaAlloh…

Peserta dari Motivasi ini adalah umum, Pelajar dan Mahasiswa yang ada di Ponorogo.

Tema dari kegiatan yang diambil adalah “Berhijrah Menuju lnsan Mardhotillah”, adapun tujuan dari Motivasi ini adalah:
Menumbuhkan Semangat Berhijrah Kaum Muda (Pelajar/ Mahasiswa/ Rernaja) Menjadi lnsan yang Bermanfaat
Menunjukkan pada Jalan Lurus Menuju lnsan Mardhotillah

  1. Merealisasikan Program Kerja Bidang Pengkajian llmu Pengetahuan Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Ponorogo
  2. Merealisasikam Program Kerja BEM FAI Universilas Muhammadiyah Ponorogo.
  3. Merealisasi Program Kerja UKMI Al- Manar Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Di era saat ini, pelajar, remaja atau pun pemuda masihlah rentan akan pergaulan yang belum tentu benar. Banyak pengaruh yang menimbulkan ketidakharmonisan hidup. Mungkin karena salah dalam bergaul atau memilih teman. So, mari kita mencari sahabat- sahabat yang baik, yang mampu membawa kita menuju RidhoNya. Jangan sungkan bergabung dengan sahabat- sahabat IPM yaaa….InsyaaAlloh kami masih selalu menapaki langkah dan mencari RidhoNya juga.

Selamat Berhijrah hanya karena Mengharap Ridho Alloh SWT…  Aamiin.. (Afi TA)

Seminar Motivasi Menembus UN Tanpa Stres dan Seminar Motivasi Antara Kuliah, Kerja Atau Nikah

instabox_201612863721816Bismillah….
Yuhuuu…..Salam Pelajar Muhammadiyah…

Ngomong- ngomong soal kegiatannya PD IPM Ponorogo apa aja yaaa? Makanya ayuk..ayuk pantengin terus ya blog PD IPM Ponorogo. Kami InsyaaAlloh akan selalu berusaha mengepost atau menshare kegiatan- kegiatan dari PD IPM Ponorogo, yang sudah atau pun mungkin yang akan berjalan. J Kali ini kami ingin membuka lembar kegiatan:

Seminar Motivasi Menembus UN Tanpa Stres dan Seminar Motivasi Antara Kuliah, Kerja Atau Nikah

Kegiatan dari IPM itu tidak ada habisnya, spirit yang luar biasa, setiap geraknya selalu berusaha mengambil pijakan yang berlandaskan Al Qur’an dan As Sunnah. Keberadaan IPM sebagai pelajar Muhammadiyah yang memahami akan pentingnya berdakwah diarena pelajar maupun remaja menjadi tugas tersendiri yang memang selalu harus diusahakan sebagai ladang amal dalam beribadah. Pelajar dan remaja adalah lahan yang sangat perlu untuk terus dikaji dalam segi ilmu maupun ibadah, sosial, teknologi serta berbagai segi lainnya. Dipupuk untuk selalu mengisi hari dan kegiatannya dengan hal- hal yang positif. lkatan Pelalar Muhammadiyah yang merupakan organisasi otonom Muhammadiyah dengan basis masanya yang tidak dapat diragukan lagi mampu menjadi motor penggerak kemajuan dibidang kelslaman dan Keilmuan. Disinilah aksi dari PD IPM Ponorogo, nah tema dari kegiatan ini adalah “Training for amazing student – Spirit to do more”.
Adapun tujuan dari diadakannya kegiatan ini adalah:

  1. Untuk menumbuhkan motivasi peserta Ujian Nasional agar dapat menjalani ujian dengan baik dan dengan cara yang benar
  2. Memberikan bekal bagi para pelajar menuiu masa depan yang gemilang
  3. Menunjukkan jalan bagi para pelajar setelah lulus dari sekolah rnenuiu kesuksesan

Disamping adanya seminar motivasi yang cukup menarik ini, PD IPM Ponorogo juga mengadakan kegiatan yang masih sangat berkaitan dan memang menjadi runtutannya acara. Kegiatan yang diambil adalah:

  1. Lomba Menulis Opini dengan Tema: Antara Kuliah, Kerja, atau Nikah
  2. Lomba Foto Contes dengan Tema: Belajar Giat, Say NO To Kunci Jawaban UN

Woooww….menarik bukan??? J Tema yang menggugah. Tema yang cukup fenomenal, kenapa begitu karena problem utama pelajar biasanya adalah Ujian.
Seminar Motivasi ini diadakan pada hari Ahad, 27 Maret 2016 yang lalu. Acara dimulai pukul 08.00 WIB, di Sport Hall SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo (Jl. Batoro Katong No 6 Ponorogo. Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Ponorogo mengundang pembicara/ Trainer yaitu,

  1. Dadang Kriswanto dari Kediri sebagai Pembicara Seminar Motivasi Menembus UN Tanpa Stress. (Motivator Lintas Provinsi)
  2. Kang Acis dari Ponorogo sebagai Pembicara Seminar Motivasi Antara Kuliah, Kerja, atau Nikah. (Motivator Mataraman)

Acara ini diikuti pelajar- pelajar dan mahasiswa di Ponorogo, lebih khususnya para siswa yang sudah berada pada puncaknya sekolah, yakni kelas XII. Bekal menuju perjuangannya menghadapi ujian agar tidak grogi, tetap tenang, karena ketika seseorang dalam keadaan tenang seseorang itu tidak akan mudah goyah, akan focus, tidak takut atau khawatir. Karena merasa bahwa Allah selalu menjaga. Iya tidak? Harus iya dong..
Bekal juga buat setelah lulus nanti, ada tiga pilihan, Mau kuliah, mau kerja atau mau nikah? Hem…atau ketiganya sekaligus? Tentu boleh saja, asal dengan prosedur yang benar.
Dengan semangat belajar giat dan usaha keras niscaya akan rnemperoleh hasil yang maksimal. Mudah-mudahan segala apa yang diupayakan mendapatkan Ridho Allah SWT. Aamiin. Afi TA

Synergitas Team

fb_img_1480421876963Sebuah persembahan untuk
Menyiapkan diri sebagai Tuan Rumah Musywil XX IPM Jawa Timur
di Ponorogo
Oleh : PD IPM Ponorogo
“Bebanmu akan berat, Jiwamu harus kuat, tetapi percayalah langkahmu akan jaya” setidaknya kutipan motivasi dari buya hamka tersebut yang harus kami miliki dalam mensukseskan Musywil XX IPM Jawa Timur yang akan dihelat di Ponorogo pada Akhir Januari 2017 mendatang.
dinamika organisasi terus berjalan, tidak bisa kami pungkiri ini adalah tahun kedua dari periode kami, kami sadar bahwa IPM saat ini tidak sekuat dan setangguh seperti tahun pertamanya, sinegitas kamipun tidak sesolid tahun pertama. tapi ini adalah amanah besar yang kami pikul, pantang bagi kami mundur dari medan amanah besar ini, tujuan kami simpel yaitu agar syi’ar IPM menyentuh ke seluruh lapisan bumi Ponorogo, Cabang dan Ranting IPM yang layu kembali hidup sehingga kader-kader Muhammadiyah dan Bangsa dari ponorogo subur gemah ripah loh jinawi yang sekaligus menjadi aset berharga dari ponorogo dimasa yang akan datang.
Maka dari itu dukungan dari Seluruh Elemen Muhammadiyah Ponorogo sangat kami butuhkan, terkusus pada Angkatan Muda Muhammadiyah Ponorogo yang dikomandoi oleh PDPM, karna kami sadar tanpa bantuan AMM tujuan mulia kami tersebut tidak akan bisa terwujud. Mempersiapkan diri sebagai tuan rumah Musywil bukan hanya menyangkut soal harga diri Muhammadiyah Ponorogo tetapi lebih dari itu tentang eksistensi Muhammadiyah melalui kader-kadernya dimasa yang akan datang.
PD IPM Ponorogo saat ini layaknya kumpulan batu bata yang digunakan untuk membangun sebuah Masjid Muhammadiyah, jika komponen batu bata sama kuat maka akan semakin kuat pula masjid yang akan dibangun tersebut tentunya dengan didukung bahan material yang lain yaitu dari seluruh elemen Muhmamdiyah.
dan terkhusus pada rekan-rekan ku IPM Ponorogo jangan terlalu risau dengan amanah ini, Musywil adl amanah besar
butuh strategi dan pergerakan yang extra untuk mensukseskannya, percayalah bahwa problem yang kita hadapi akan selaras dengan ilmu dan hikmah yg bisa kita dapat, kita bisa belajar dari sejarah tentang negara Indonesia, bangsa ini pernah terjajah selama ratusan tahun hingga akhirnya bisa meraih kemerdekaan dengan perjuangan yg hebat, munculah beberapa orang yg berjalan dipermukaan, mereka hanya terdiri dari beberapa orang saja namun bernilai ratusan orang, orang-orang seperti itulah yang membentuk sejarah hebat dan besar karena berani bertanggungjawab dan tangkas menetapkan suatu jalan yang akan ditempuh, karena itu boleh dikatakan pikiran umum dibentuk oleh beberapa orang saja.
kita teringat kepada nama-nama besar bangsa ini, seperti Pak Soekarno dan Bung Hatta misalnya yang memenuhi sejarah kemerdekaan dari awal sampai akhir hanyatnya, para punggawa lain seperti Syahrir yang menciptakan perjanjian linggarjati, Muso yang memberontak di Madiun, Hamengku Buwono, Roem dll yang ikut berjuang.
itu semua adalah nama-nama besar yang memiliki sejarah dan perjuangan hebat, tidak jarang diawal perjuangannya menemui tantangan bahkan tentangan yg hebat dari internal maupun eksternal, sedikit hal yang bisa tertulis semoga dapat menjadi landasan kita, dalam berjuang dan mensukseskan amanah besar ini, semoga Allah meridhoi niat hati yang tulus ini.
Nuun Walqalami Wamma Yasthurun.
Demi Pena dan apa yang Dituliskannya. (Wan)

Pleno Diperluas Menyambut Amanah Sebagai Tuan Rumah Musywil XX IPM Jatim

photogrid_1480207957325Yupp, apa kabar para pejuang? Ipmawan Ipmawati yang menyempatkan untuk mampir ke rumah kami. Assalaamu’alaikum…. 😄
Kali ini PD IPM Ponorogo punya agenda yang mesti kami tuangkan dalam diary kami. Iyaaakah? Iya, agenda apa itu, langsung aja yuukkk….baca lagi lanjutannya..
Pada hari Sabtu, 26 November 2016, pagi jam 09.00 bertempat di Aula Muh Mansyur, PD IPM Ponorogo mengadakan acara Pleno diperluas dan Sosialisasi dalam rangka MUSYWIL XX IPM Jawa Timur yang akan segera berlangsung di Ponorogo. Acara itu dibuka oleh Ipmawan Devid Dwi E (Kabid Organisasi PD IPM) yang menyampaikan banyak hal mengenai IPM, menyapa semua ipmawan Ipmawati yang hadir dari berbagai Ranting dan Cabang di Ponorogo. Nah, PD IPM Ponorogo tentunya sangat mempersiapkan itu semua, dengan menambah personil kepanitiaan lokal MUSYWIL XX IPM Jawa Timur, yang nantinya juga akan di pecah menjadi panitia inti dan panitia relawan. Siapa saja mereka?? Hm…tentunya yang terlibat adalah ipmawan- ipmawati dari sekolah Muhammadiyah di Ponorogo. Mereka di persiapkan untuk bergabung menjadi kepanitiaan lokal. Isi dari pembahasan tersebut langsung di sampaikan oleh Ketua Umum PD IPM Ponorogo yakni Ipmawan Wahyu Adi Nugroho, dengan semangat dan motivasinya yang membara. Tujuannya agar ghiroh yang membara itu pun mampu menjadi pelejit semangat dari ipmawan ipmawati yang hadir. Agar syi’ar IPM menyentuh keseluruh lapisan bumi Ponorogo. Cabang dan Ranting IPM subur gemah ripah loh jinawi, pungkasnya. Follow up dari sosialisasi ini nantinya yang pertama, terbentuknya kepanitiaan yang solid dari elemen pelajar progresif, yang kedua akan di bentuk jaringan group ranting dan cabang IPM Se- Ponorogo, dan yang ketiga harapan besarnya adalah setelah MUSYWIL di Ponorogo ini nantinya mampu menggerakkan, menambah serta menghidupkan semua Ranting dan Cabang IPM di Ponorogo. Ipmawan Wahyu Adi Nugroho (Ketum PD IPM Ponorogo) menghimbau kepada seluruh Pelajar Muhammadiyah di Ponorogo untuk menyemarakkan acara besar ini dengan penuh kesungguhan, karena ini adalah amanah besar yang butuh strategi dan pergerakkan yang extra untuk mensukseskannya. Penyampaian atribut IPM pun juga ditambahkan oleh Sekretaris Umum Desy Rahmawati, yang membahas mengenai KTA IPM, seragam IPM, jas, dan semua atribut yang digunakan Pelajar Muhammadiyah. Ditambah lagi mengenai pedoman administrasi. Setelah semua tersempaikan dengan panjang lebar, dan sebelum acara pleno diperluas itu ditutup. Ada kegiatan yang cukup menarik, yakni adanya Deklarasi Mensukseskan MUSYWIL XX IPM JATIM di Ponorogo dengan penandatanganan banner dari Ketua Umum, Sekretaris Umum, Bendahara Umum PD IPM Ponorogo, yang kemudian diikuti oleh setiap Ketua, Sekretaris, Bendahara perwakilan dari seluruh Ranting dan Cabang IPM di Ponorogo. Semoga, Allaoh meridhoi niat hati yang tulus ini. Aamiin…
Salam Pelajar Muhammadiyah. Afi Ta

Kajian Islam Progresif

12188886_974248349264362_3085377621475348796_nDalam rangka menambah khazanah keilmuan serta mewujudkan Pelajar Muslim yang berilmu dan berakhlak mulia Ikatan Pelajar Muhammadiyah Ponorogo menyelenggarakan Kajian Islam Progresif yang dilaksanakan rutin selama dua pekan sekali setiap hari senin dengan materi Tauhid dengan tema yang beragam dan pemateri yang berbeda-beda pula, pada kajian perdana menghadirkan Ustadz Bambang Wahrudin, S.Pd.I sebagai pemateri dengan tema Urgensi Aqidah Sebagai Landasan Agama acara berjalan lancar dan diikuti dengan seksama oleh para kader IPM Ponorogo baik dari tingkat Cabang maupun Ranting yang tergugah hatinya untuk menggali Ilmu Allah SWT. kajian tersebut sebagai ijtihad untuk membekali pelajar dari problematika pelajar di zaman sekarang, dunia yang serba tombol, informasi yang mudah diserap dengan beberapa kali klik hingga memanggil tidak perlu ketemu dan berbincang hanya butuh klik, merupakan racun yang apabila tidak segera diantisisipasi akan semakin menjauhkan para pelajar dari nilai religius, oleh bidang KDI sengaja menyuguhkan materi ketauhid-an yang dianggap sebagai pondasi dasar sorang muslim dalam mengarungi kehidupan, semoga kajian islam progresif diridhoi oleh allah dan dimudahkan dalam menyelesaikan tema-tema yang telah dipetakan serta membawa kemanfaatan bagi para jamaahnya.

IPM Gondol Piala Pormatiq Tahun 2015

11226544_979606248778567_2468741975804769814_n

Tim Futsal PD IPM Ponorogo resmi menyabet gelar juara dikompetisi Pormatiq yang diselenggarakan oleh Lembaga Seni Budaya dan Olahraga PDM Ponorogo, kompetisi tersebut dikuti oleh seluruh Amal Usaha, Lembaga, PCM dan Ortom Muhammadiyah se Ponorogo IPM yang mengeluarkan tiga tim berhasil meraih hasil yang positif menyusul team IPM A besutan IPMawan Devid dan kawan-kawan berhasil menjadi champions pada gelaran tahunan tersebut, IPM berhasil menjuarai kompetisi berkat kemenangan 2-1 dari tim unggulan APM Jenangan Barat, diteam lain ada IPMawan Didik sebagai kapten TIM IPM C yang juga berhasil finish peringkat ke empat atau menjadi juara harapan setelah kalah melawan RSU Muhammadiyah Ponorogo dalam perebutan juara 3 dan 4, acara yang digelar di gelora SMA MUHIPO tersebut berlangsung mulai tanggal 6 – 13 Oktober 2015 serta mendapat respon hangat dari seluruh komponen warga muhammadiyah, pasalnya selain menumbuhkan semangat berolahraga juga menjadi media yang efektif dalam menjalin silaturahim antar komponen, personil, anggota maupun karyawan di level pimpinan dan amal usaha muhammadiyah di ponorogo, tak ayal gelaran kompetisi pormatik diagendakan setahun sekali oleh LSBO PDM Ponorogo karena memiliki manfaat yang besar.

12109231_1625225414418502_1576924738112034551_n